Kamis, 19 Juni 2025

Titik tanpa akhir

Waktu tiba-tiba menyayat, dengan raut wajah mengejutkan. Apakah waktu membawa dia pergi? Engkau salah, justru waktulah yang membawa dia kembali.

Tapi mengapa bendungan air mataku retak lalu hancur? Sialnya, aku malah menangis.


Maafkan aku paman. Aku tak bisa menjaga bendungan itu. Genangan setiap kenangan bersamamu terlalu dalam. Cerita-cerita inspiratif darimu adalah arus deras. Sementara tawamu adalah retak kecil. Bendungan air mataku tak cukup kokoh untuk itu.



Jumat, 20 Juni 2025

05 : 00 WIB


Untuk Obekku, Raden M Shodiq.

Al-fatihah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pulau Aswata

  Pulau Aswata " Kita tersesat "  Ucap BELAKANG yang saat itu menuntun langkah petualangan. Dia buta, tapi pendengaran yang begitu...